Digitalisasi yang Berdampak Besar
Penggunaan DANA Bisnis membawa perubahan langsung dalam operasional Warteg Warmo. Proses transaksi yang sebelumnya sepenuhnya mengandalkan uang tunai kini menjadi lebih ringkas dan tertata melalui pembayaran QRIS.
Setiap transaksi tercatat otomatis, sehingga memudahkan pemantauan pemasukan tanpa perlu pencatatan manual.
BACA JUGA:Persika Fans 1951 Dukung Penutupan Akses Stadion Singaperbangsa Demi Kawasan Olahraga Steril
Laporan transaksi dapat diakses secara real-time melalui aplikasi, membuat Iman lebih mudah memantau performa harian tanpa harus menunggu rekap di akhir bulan. Risiko selisih pencatatan pun semakin minim karena data pemasukan kini bisa langsung dirujuk melalui fitur rekap yang tersedia.
“Sistem pembayaran digital sangat membantu terutama di jam-jam sibuk seperti makan siang dan makan malam. Karyawan saya tidak lagi repot mencatat manual satu per satu tiap pelanggan dan menghitung kembalian,” kata Iman. Di sisi lain, pelanggan pun dapat bertransaksi dengan lebih praktis dan cepat, tanpa hambatan saat membayar.
Teknologi sebagai Alat, Bukan Tujuan
Setelah saat ini menjalani Warmo, Iman tidak berhenti sampai disitu. Ia bercita-cita membuka cabang baru. “Saya ingin suatu hari ini bisa membuka franchise Warmo Tebet, supaya yang bisa menikmati masakan Warmo nggak cuma warga Tebet aja,” ujarnya.
BACA JUGA:PKB Ingatkan Aep Maslani Pertimbangkan Program Satu Miliar Satu Desa
Ambisi itu terasa lebih mungkin karena DANA Bisnis membantu mengurangi beban administratif. Dengan pembukuan yang lebih rapi dan data transaksi yang bisa dipantau real-time, Iman bisa lebih fokus menyusun strategi ekspansi dan pengembangan usaha.
Menutup ceritanya, Iman menitipkan pesan sederhana untuk sesama UMKM: jangan menunggu besar dulu baru digital. “Yang penting berani mulai. Pakai sistem pembayaran digital itu bikin kerjaan lebih rapi dan lebih cepat. Kita jadi bisa fokus ke usaha ke rasa, pelayanan, dan gimana caranya berkembang,” tutup Iman. **