Menjaga Cikarang juga berarti memastikan kekayaan daerah tidak bocor, tidak disalahgunakan, dan tidak dikuasai segelintir pihak.
Di tengah deru mesin industri, kita tak boleh lupa bahwa Cikarang juga memiliki sungai, ruang terbuka, dan ekosistem yang harus dilindungi. Kerusakan lingkungan bukan hanya soal hari ini, tapi soal masa depan.
Jika sungai terus tercemar limbah, jika ruang hijau terus menyusut, maka generasi mendatang hanya akan mewarisi masalah.
Kesadaran industri untuk patuh pada aturan lingkungan harus dibarengi dengan pengawasan ketat. Namun masyarakat pun tidak boleh abai. Kampanye kebersihan, penanaman pohon, dan gerakan peduli lingkungan harus menjadi budaya, bukan sekadar seremoni.
Menjaga Cikarang berarti berpikir jangka panjang. Bukan hanya tentang keuntungan hari ini, tetapi tentang keberlanjutan esok hari.
Di tengah semua dinamika ini, media memiliki peran penting sebagai penjaga demokrasi lokal. Kritik yang konstruktif, laporan investigatif, dan pemberitaan yang berimbang menjadi bagian dari upaya menjaga Cikarang.
Pers yang terlalu dekat dengan kekuasaan berisiko kehilangan daya kritis. Namun pers yang bertanggung jawab akan menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah.
Kontrol sosial tidak boleh mati. Karena ketika kritik dibungkam, penyimpangan akan tumbuh subur.