Kalau Bukan Kita, Siapa yang Jaga Cikarang?

Senin 23-02-2026,23:28 WIB
Reporter : Risky Pangestu
Editor : Ilham Prayogi

 

Pada akhirnya, pertanyaan “kalau bukan kita, siapa yang jaga Cikarang?” adalah ajakan untuk berhenti menunjuk dan mulai bergerak.

 

Menjaga tidak selalu berarti aksi besar. Ia bisa dimulai dari: Menjaga ketertiban di lingkungan. Tidak terlibat dalam praktik melanggar hukum. Mendukung kebijakan yang pro-rakyat. Mengawasi penggunaan anggaran dan Mendidik anak dengan nilai tanggung jawab.

 

Cikarang terlalu berharga untuk dibiarkan rusak oleh ketidakpedulian. Ia adalah rumah bagi buruh yang bekerja keras, pengusaha yang berinvestasi, pedagang kecil yang menggantungkan harapan, dan anak-anak yang bermimpi tentang masa depan.

 

Jika kita ingin Cikarang tetap menjadi pusat pertumbuhan yang manusiawi bukan sekadar kawasan industri tanpa jiwa maka jawabannya jelas: kita semua harus terlibat.

 

Karena kota tidak pernah benar-benar runtuh oleh serangan dari luar. Ia hancur perlahan ketika warganya berhenti peduli.

 

Dan ketika suatu hari nanti anak-anak kita bertanya, “Apa yang sudah kalian lakukan untuk Cikarang?”, semoga kita bisa menjawab dengan bangga: kami menjaganya. Bersama.

 

Sebab kalau bukan kita, siapa lagi? (Iky)

Kategori :

Terkait