Bansos Bakal Gunakan Face Recognition, Data Penerima Terhubung Lintas Kementerian

Jumat 25-09-2026,18:18 WIB
Reporter : itdisway
Editor : Nazril

 

Bagaimana Cara Kerjanya?

 

Secara sederhana, face recognition menjadi salah satu pintu masuk untuk memastikan identitas seseorang. Wajah penerima dipindai dan dicocokkan dengan data identitas yang tersedia dalam sistem pemerintah.

 

Setelah identitas terverifikasi, sistem dapat menghubungkan data tersebut dengan informasi lain yang relevan. Proses ini diharapkan membantu pemerintah melakukan pemeriksaan data secara lebih terpadu dibandingkan hanya mengandalkan satu sumber informasi.

 

Dengan integrasi tersebut, pemerintah dapat melihat apakah data penerima sesuai dengan kondisi sosial ekonomi yang menjadi dasar pemberian bantuan. Sistem ini juga diharapkan dapat membantu menemukan data yang perlu diverifikasi atau diperbarui.

 

Sudah Diuji Coba di Banyuwangi

 

Pengembangan digitalisasi bansos dengan pemanfaatan biometrik tersebut sebelumnya telah melalui tahap uji coba di Banyuwangi. Tito mengatakan uji coba dilakukan untuk melihat ketepatan data penerima bantuan di lapangan.

 

Dalam pemaparan Tito, hasil uji coba di Banyuwangi menunjukkan adanya persoalan ketepatan sasaran. Ia menyebut hampir 70 persen penerima bantuan dalam temuan tersebut dinilai tidak tepat sasaran. Tito juga menyampaikan bahwa hampir 50 persen masyarakat yang dinilai layak justru belum menerima bantuan.

 

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan sistem agar proses validasi data penerima bansos dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

Tags :
Kategori :

Terkait