Lebaran Betawi Pondok Melati 2023 Mengenalkan Istilah Ngejotin Tradisi Leluhur yang Mulai Ditinggalkan

Lebaran Betawi Pondok Melati 2023 Mengenalkan Istilah Ngejotin Tradisi Leluhur yang Mulai Ditinggalkan

para narasumber kongkow budaya pada perhelatan Lebaran Betawi Pondok Melati 2023 di Yasfi, Kampung Sawah, Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu (22/7/2023)-foto Amin-

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Yayasan Kebudayaan Orang Bekasi (KOASI) kembali menggelar Lebaran Betawi ke-VII bertempat di Yasfi, Jalan Raya Kampung Sawah, Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu 22 Juli 2023.

Mengusung tema "Ngejotin" Lebaran Betawi kali ini menjadi momen bersilaturahmi sekaligus mengenalkan kembali tradisi leluhur yang mulai ditinggalkan.

Kegiatan Lebaran Betawi Pondok Melati 2023, kali ini diramaikan dengan pawai budaya, manusia petasan, pencak silat, lenong tari topeng, Kongko Budaya, Palang Pintu, Seserahan, seni tari, senam betawai, dan bazar aneka kuliner.

"Lebaran Betawi yang digelar di Yasfi Kampung Sawah ini adalah agenda ke-VII yang dilaksanakan KOASI sebagai bentuk pelestarian budaya Betawi di Kota Bekasi,"ungkap Bang Ilok, Ketua Yayasan KOASI.

BACA JUGA:Melihat Kontes Ternak dan Expo Pangan Murah di Kiarapayung

Mengambil tema Ngejotin merupakan sebuah tradisi leluhur dalam bentuk bebawaan makanan, kue-kue, buah-buahan maupun nasi dan lauk pauk kepada kerabat dan sanak saudara menjelang malam-malam ganjil di bulan Ramadhan bagi umat muslim. 

Bahkan Ngejotin atau ngidang juga dilakukan di dalam tempat ibadah seperti mushola, masjid berupa kegiatan memanjatkan doa dan selamatan. Kue kue, buahan maupun nasi dan lauk pauk disajikan sebagai santapan setelah acara doa selesai. 

BACA JUGA:Pesona Bekasi Keren Ramaikan Perayaan Karnaval Pawai Budaya Rakernas XVI Apeksi 2023

Wadah yang digunakan untuk membawa biasanya sangat beragam seperti: iring, nampan, bakul, tampah, eskan, tentengan.Namun demikian tradisi ngejotin merupakan tradisi leluhur yang sudah berlangsung ratusan tahun yang silam hampir dibeberapa wilayah nusantara. 

Bahkan pada masyarakat Hindu Bali pun ada tradisi ngejotin berupa membawa suguhan atau sesaji pada ritual ibadah Galungan, juga di daerah Nusa Tenggara, Lombok dan daerah lainnya.

Ngejotin bagi masyarakat Pondok Melati Kota Bekasi pada umumnya merupakan tradisi yang sudah turun temurun meskipun masyarakatnya sudah sangat heterogen dengan berbagai etnis, suku, agama yang berbeda. 

BACA JUGA:Buka Kongres Bahasa Daerah Budaya Melayu Betawi, Kang Emil: Budaya itu Identitas

Nilai positif dan kerukunan dari Tradisi Ngejotin inilah yang menguatkan persaudaraan dan silaturahmi diantara sesama penduduk. Maka tidak mengherankan jika Kampung Sawah Pondok Melati mendapat predikat sebagai wilayah toleransi tertinggi dan wilayah kebhinekaan dengan julukan Kampung Pancasila Kota Bekasi.

Festival Ngejotin tahun 2023 merupakan inisiasi dari Bang Ilok alias Sarin Sarmadi – penulis kondang sekaligus sebagai Ketua Yayasan Kebudayaan Orang Bekasi (KOASI) yang banyak bergiat dalam menulis tradisi lokal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: