Hadiri Lebaran Betawi 2023, Tri Adhianto Ingatkan Raihan Bekasi sebagai Kota Toleran

Hadiri Lebaran Betawi 2023, Tri Adhianto Ingatkan Raihan Bekasi sebagai Kota Toleran

Plt Wali Kota Bekasi hadir di Lebaran Betawi Pondok Melati 2023, Sabtu 22 Juli 2023--

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Lebaran Betawi 2023 bertajuk Festival Ngejotin di lapangan Yayasan Pendidikan Fisabilillah (Yasfi), Kampung Sawah, Jatimurni, Pondok Melati, Sabtu 22 Juli 2023, sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus ajang silaturahmi. 

Lebaran Betawi 2023 di Pondok Melati yang digelar secara rutin oleh Yayasan Kebudayaan Orang Bekasi (Koasi), kali ini menggandeng Kecamatan Pondok Melati dengan mengambil tema Festival Ngejotin.

Tema itu mengacu pada tradisi Ngejotin budaya turun temurun yang dilakukan warga sekitar Kampung Sawah, yakni sebuah kearifan lokal yang memiliki makna perwujudan suka cita, persaudaraan, dan kebersamaan.

BACA JUGA:125 Penjudi Sabung Ayam di Karawang Lari Saat Digerebek, Tapi 25 Ditangkap, Nih Penampakannya..

Festival Ngejotin tersebut adalah untuk melestarikan dan menjaga tradisi kearifan lokal khas Kota Bekasi dan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukkan Seni dan Budaya, seperti penampilan Tari Topeng, Palang Pintu, Lenong, Pencak Silat, dan penampilan menarik lainnya yang dilengkapi dengan bazaar UMKM yang menyajikan sajian kuliner yang beragam.

Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berkesempatan hadir langsung sekaligus mengapresiasi atas digelarnya Festival Ngejotin yang mampu menjadi ajang postif sebagai tempat bersilaturahmi dan berkumpul bagi semua warga dari berbagai lapisan dan dari beragam Suku, Ras, dan Agama.

BACA JUGA:Lebaran Betawi Pondok Melati 2023 Mengenalkan Istilah Ngejotin Tradisi Leluhur yang Mulai Ditinggalkan

"Kota Bekasi memiliki Sumber Daya Manusia yang hebat dimana rasa kepedulian, kebersamaan, dan kegotongroyongannya, serta rasa toleransinya sangat tinggi, dan sudah terbukti secara Nasional atas raihan sebagai Kota Toleran Peringkat Ke-3,"ujarnya.

Dikatakan terbukti dengan hari ini semua berkumpul di sini, berbeda-beda namun tetap satu, dan hal tersebut merupakan dasar untuk semakin membangun Kota Bekasi menjadi kota yang besar, aman, damai, dan majemuk.

BACA JUGA:Mengikuti Tradisi Onsen, Mandi di Pemandian Umum Jepang dan Segala Peraturannya

Terlebih lagi, Kampung Sawah merupakan kawasan Segitiga Emas dimana terdapat tiga rumah ibadah yang saling berdekatan. Jaraknya tak lebih dari 100 meter.

Masing-masing Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi, Gereja Kristen Pasundan (GKP) milik umat Protestan dan Gereja St. Servatius kepunyaan umat Katolik.

BACA JUGA:Melihat Kontes Ternak dan Expo Pangan Murah di Kiarapayung

Kampung Sawah juga dijuluki sebagai Kampung Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan keberadaan beberapa tempat ibadah beda Agama secara berdekatan namun tidak menjadi polemik warganya.

Hal ini menandakan warga di kampung ini sangat menjunjung tinggi toleransi beragama, menjaga persaudaraan satu sama lain tanpa memandang suku, agama, ras, serta antar golongan.

BACA JUGA:Komnas PA Miris Melihat Banyak Sekolah Ambruk di Karawang, Sebut Pemkab Tak Serius Urus Pendidikan

Menurut Tri Adhianto, julukan Kampung Pancasila merupakan suatu prestasi tersendiri dan Ia berharap agar kerukunan antar umat beragama di Kota Bekasi dapat terus terjaga dengan baik. Ia menyebutkan.

"Toleransi antar umat beragama menjadi warna tersendiri bagi Kota Bekasi yang perlu kita jaga kerukunannya agar kehidupan bermasyarakat menjadi lebih harmonis demi terwujudnya Kota Bekasi yang ihsan," imbuhnya.

BACA JUGA:Komnas PA Miris Melihat Banyak Sekolah Ambruk di Karawang, Sebut Pemkab Tak Serius Urus Pendidikan

Untuk itu dia berpesan agar terwujudnya lingkungan yang harmonis dan rukun, perlu kesadaran tinggi untuk saling guyub, tidak membeda-bedakan, maka penting bagi kita semua untuk mempererat silaturahmi, sehingga dapat terbina hubungan yang baik tanpa perselisihan.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: