Hari Anak, Siloam Hospitals Lippo Cikarang Gelar Edukasi Secara Hybrid Soal Vaksin DBD untuk Anak

Hari Anak, Siloam Hospitals Lippo Cikarang Gelar Edukasi Secara Hybrid Soal Vaksin DBD untuk Anak

Siloam Hospitals Lippo Cikarang Edukasi Secara Hybrid Soal Vaksin DBD--

KABUPATEN BEKASI  - Dalam Rangka ikut memperingat Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Siloam Hospitals Lippo Cikarang menggelar edukasi secara hybrid (offline dan online) di Cikarang, Bekasi. 

Edukasi akan efektivitas vaksin demam berdarah dengue (DBD) dan manfaatnya, khususnya pada usia anak dianggap relevan dan penting disampaikan, berdasarkan data di Indonesia akan kasus demam berdarah yang rata rata mencapai 121.000 per tahunnya dan 75% kasus demam berdarah terjadi di rentan usia 5 hingga usia 44 tahun dengan anak beresiko lebih terkena kasus 'Dengue' berat.

Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dr. Theresia Santi Sp.A., pada edukasinya menyampaikan ketika seseorang pernah terinfeksi virus dengue, kemudian mendapatkan vaksin DBD, maka ketika ia terinfeksi virus, kecil kemungkinannya untuk mengalami penyakit demam berdarah yang parah.

BACA JUGA:Website Pemkab Bekasi Diretas Jadi Web Judi Online, Anggaran Besar Tapi Pengawasan Memble

"Akan tetapi, jika seseorang yang belum pernah terinfeksi virus DBD namun telah mendapatkan vaksin DBD, maka ia akan melewatkan infeksi alami pertama dan memiliki risiko tinggi mengalami infeksi demam berdarah yang parah, seperti kebocoran plasma", tutur Theresia Santi.

Pada dasarnya, pemberian vaksin lebih difokuskan untuk seseorang yang sebelumnya pernah terinfeksi virus dengue. Soalnya, fungsi vaksin DBD sendiri adalah untuk mengurangi risiko keparahan dari gejala DBD yang akan dialaminya kelak.

“Jika diberikan pada anak yang belum pernah terinfeksi virus dengue, justru akan membuat anak terinfeksi berat,” ungkap Theresia Santi menjelaskan.

Dijelaskan dokter Theresia, selain pemberian imunisasi yang merupakan hak kesehatan primer anak, Vaksinasi menyelamatkan lebih dari lima nyawa setiap menit dan mencegah kematian 2-3 juta orang setiap tahunnya. Adapun infeksi virus 'Dengue' demam berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk "Aedes aegypty" yang terdapat 4 ( empat) jenis DENGUE, yaitu tipe 1, 2, 3 dan 4.

 

Peran dan Efek Samping Vaksin DBD

Pada dasarnya, pemberian vaksin demam berdarah tergolong  aman dan bisa ditoleransi dengan baik. "Asalkan diberikan pada seseorang yang sebelumnya telah terinfeksi demam berdarah", imbuh dr. Theresia Santi, Sp.A. 

BACA JUGA:Wagub Uu Dukung Penuh Digitalisasi Perbankan Pondok Pesantren di Karawang, Purwakarta dan Subang

Namun seperti vaksin pada umumnya, terdapat efek samping vaksin demam berdarah yang akan muncul, seperti nyeri di lokasi suntikan, sakit kepala, serta timbulnya demam berskala ringan pun sedang.

Adapun akan gejala DBD umumnya adalah timbulnya rasa nyeri di belakang mata, nyeri pada otot, tulang dan sendi serta sakit kepala pun adanya ruan aray bercak merah dan mengalami muntah diiringi demam tinggi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: