Mengapa Puasa Ramadhan Berbeda dengan Puasa Yahudi dan Nasrani? Ini Penjelasannya

Jumat 27-02-2026,21:26 WIB
Reporter : Support Disway
Editor : Ilham Prayogi

Perbedaan lain yang penting adalah larangan puasa wishal, yakni puasa yang dilakukan terus-menerus tanpa berbuka dan tanpa sahur. 

Larangan ini menunjukkan prinsip Islam yang menolak ibadah berlebihan yang membahayakan diri.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa beliau tidak sama dengan umatnya ketika melakukan puasa wishal, karena Allah SWT memberinya makan dan minum secara khusus. 

Larangan ini sekaligus menegaskan bahwa Islam mengedepankan keseimbangan dan kemudahan dalam beribadah.

BACA JUGA:Siap- siap THR19.148 Guru Ngaji, Amil dan Marebot di Karawang Segera Turun, Masing-masing Rp 1.5 Juta

Dari sisi durasi, jumlah hari puasa umat Islam juga tergolong lebih ringan. 

Umat Islam hanya diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 184, “(Yaitu) beberapa hari tertentu.”

Ketentuan ini jauh berbeda dengan puasa umat terdahulu, seperti puasa Nabi Daud AS yang dikenal sebagai puasa paling berat, karena dilakukan selang-seling hampir sepanjang tahun. 

Puasa Nabi Daud AS bahkan sering disebut sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT, namun tidak diwajibkan kepada umat Islam.

Kategori :