Merajut Energi, Mengawal Pangan Nasional
Petugas tengah mengatur tekanan di metering station Dawuan untuk distribusi gas ke PT Pupuk Kujang.--
KARAWANG – Di balik proses produksi pupuk yang berlangsung di Kawasan Industri Kujang Cikampek, Kabupaten Karawang, terdapat aliran gas bumi yang menjadi salah satu penopang operasional pabrik. Pasokan tersebut tidak datang begitu saja. Gas melewati rangkaian infrastruktur, mulai dari sumber produksi, stasiun penerimaan dan pengolahan, hingga jaringan pipa transmisi yang menghubungkannya dengan fasilitas industri.
Bagi PT Pupuk Kujang, gas bumi bukan sekadar sumber energi untuk menggerakkan mesin. Komoditas ini merupakan bahan baku utama dalam proses produksi amonia, yang selanjutnya digunakan untuk menghasilkan pupuk urea.
Kebutuhan tersebut membuat kontinuitas pasokan gas yang menjadi salah satu faktor penting dalam aktivitas produksi perusahaan. Terlebih, proses pengolahan pupuk melibatkan sejumlah fasilitas yang membutuhkan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
Vice President of Process Engineering PT Pupuk Kujang, Rahayu Ginanjar Siwi, menjelaskan bahwa proses produksi pupuk ditopang tiga komponen air, udara, dan gas alam yang berperan vital. Ketiganya digunakan dalam rangkaian proses produksi, terutama pada pabrik amonia.
"Gas alam memegang peranan vital dalam proses produksi karena PT Pupuk Kujang menggunakan gas alam sebagai bahan baku utama, selain air dan udara," terang Rahayu, Senin (26/10/2026).
Dalam proses produksi, gas alam menjadi sumber hidrogen, sementara udara menyediakan nitrogen. Keduanya diolah melalui tahapan proses kimia dengan dukungan air yang telah melalui pengolahan di fasilitas utilitas pabrik.
Setelah melewati proses, amonia yang dihasilkan kemudian digunakan dalam proses lanjutan untuk menghasilkan urea. Produk tersebut menjadi salah satu komoditas utama Pupuk Kujang, selain NPK, pupuk organik, dan sejumlah produk turunannya sebelum akhirnya digunakan petani.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


