Merajut Energi, Mengawal Pangan Nasional

Merajut Energi, Mengawal Pangan Nasional

Petugas tengah mengatur tekanan di metering station Dawuan untuk distribusi gas ke PT Pupuk Kujang.--

 

Kawasan industri Pupuk Kujang di Cikampek memiliki luas sekitar 140 hektare. Selain amonia dan urea, perusahaan menghasilkan NPK, pupuk organik, serta sejumlah produk turunan.

 

Operation Engineer PT Pupuk Kujang, Amran Halim menyampaikan kapasitas pabrik amonia Kujang 1A dan Kujang 1B masing-masing tercatat sebesar 1.000 ton per hari. Sementara pabrik urea masing-masing tercatat sebesar 1.725 ton per hari. Dengan demikian, kapasitas terpasang kedua unit pabrik urea mencapai sekitar 3.450 ton per hari apabila keduanya beroperasi pada kapasitas penuh. 

 

Dari jumlah produlsi tersebut, untuk wilayah Jawa Barat tersendiri, PT Pupuk Kujang memproduksi sekitar 750 ribu ton per tahun untuk menopang kebutuhan petani.

 

"Proses produksi dimulai dari fasilitas utilitas yang mengolah gas alam dan air untuk menghasilkan kebutuhan pendukung pabrik, termasuk air demineralisasi dan uap," terang Amran, Senin (26/10/2026).

 

Selanjutnya, pabrik amonia mengolah gas alam bersama udara dan air demineralisasi untuk menghasilkan amonia dan karbon dioksida. Amonia kemudian diproses lebih lanjut di pabrik urea hingga menjadi produk akhir yang siap dikemas dan didistribusikan. 

 

"Hasil produksi dalam saru hari dari pabrik urea, estimasi penerapannya dalam pertanian dapat memenuhi sekitar 3450 ribu hektare," terang Amran.

 

"Bisa dibayangkan betapa sulitnya kondisi apabila tidak ada jaringan gas yang dikelola oleh teman-teman Pertagas, mengingat pentingnya pasokan energi tersebut bagi kelangsungan operasional pabrik pupuk," tambah Amran.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: