Senior Golkar Purwakarta: Suksesi di Tubuh Partai Biar Diserahkan Ke DPD Jawa Barat

Senior Golkar Purwakarta: Suksesi di Tubuh Partai Biar Diserahkan Ke DPD Jawa Barat

Suherman Saleh-Istimewa-

PURWAKARTA- Pada masa Orde Baru ada sebuah istilah yang lahir dari proses politik saat itu, yaitu Jalur ABG. Jalur tersebut bahkan dianggap menjadi landasan untuk mengelola pemerintahan dengan tiga unsur utama, yakni; ABRI, Birokrasi dan Golongan Karya.

 Melalui Jalur ABG tersebut, Suherman Saleh yang akrab juga dengan sapaan Uda Herman, sekitar tahun 1980 berstatus sebagai pegawai negeri pada sektor pajak, menapakkan kakinya dan ikut bergabung dengan Golongan Karya (Golkar) di wilayah Jakarta Selatan.

 “Yang namanya Golkar, saat itu statusnya belum partai, sekitar tahun 80-an, saya ditunjuk sebagai bendahara Golkar Jakarta Selatan. Seiring berjalannya tugas dan waktu, karena saya juga dibesarkan di Wanayasa. Singkat cerita, sekitar tahun 1987 saya mulai ikut bergabung dengan Golkar Purwakarta. Di bawah kepemimpinan Mirad Sa’adi, saya ikut mensuport kemenangan Golkar di Purwakarta,” kata tokoh yang juga Ketua STIE Muttaqien itu.

 Tak berhenti di situ, Uda Herman juga melanjutkan kisah perjuangannya, bagaimana ia membesarkan dan berjuang memenangkan Golkar di Purwakarta saat kepemimpinan Bisri Harjoko atau sekitar tahun 1997.

 BACA JUGA:Heboh Isu Duet Prabowo-Ganjar, Gerindra: Siapa yang Cawapres?

“Biarlah sejarah yang mencatat bagaimana kondisi saat itu menjelang beralihnya masa orde baru ke reformasi. Meski dimana-mana Golkar kalah dalam Pemilu, namun di Kabupaten Purwakarta tetap dinyatakan sebagai pemenang, dengan perolehan kursi legislatif terbanyak,” ujarnya di sela-sela acara Wisuda STIE Muttaqien di Prime Plaza Hotel, Rabu 26 Juli 2023 lalu.

 Pasca kepemimpinan Bisri Harjoko, Golkar yang sudah menjadi Partai Golongan Karya, seorang aktivis tampil memimpin Golkar Purwakarta, yaitu Dedi Mulyadi. Golkar makin tegas menancapkan eksistensinya dalam pemerintahan di kabupaten.

 Namun, soal kepemimpinan Golkar Purwakarta di bawah kendali Dedi Mulyadi, tokoh masyarakat yang dikenal dengan sebutan Gubernur Wanayasa itu, tidak bercerita banyak. “Cerita kepemimpinan Golkar Purwakarta oleh salah satu adik saya itu, you juga tahu kisahnya,” kata Uda Herman.

 BACA JUGA:Gawat, Ada 22 Temuan Bacaleg Ganda di Jawa Barat

Namun demikian, ia juga melontarkan pendapat soal Golkar Purwakarta hari ini. Menurutnya, siapapun yang pergi dan meninggalkan Golkar, biarkan saja, jangan terlalu dipikirkan. Karena itu hak politik yang bersangkutan.

 “Yang perlu disikapi bersama oleh para kader Golkar Purwakarta, bagaimana Golkar bisa tetap eksis, bertahan dan bisa menambah kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang. Siapapun yang merasa memiliki kepedulian kepada Golkar Purwakarta, ayo bersama kita pertahankan dan tambah kemenangan Golkar di Purwakarta,” kata Uda Herman.

 Sementara, berkaitan dengan suksesi di internal Golkar Purwakarta yang hari ini tengah ramai diperbincangkan oleh para kader dan masyarakat luas, Uda Herman memilih menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada DPP dan DPD Golkar Jawa Barat.

 “Saya pikir DPP dan DPD Golkar Jawa Barat lebih tahu siapa yang terbaik. Karena siapapun itu, pada akhirnya nanti akan berhubungan juga dengan DPP dan DPD Golkar Jabar. Target kita menang Pemilu 2024. Untuk wacana suksesi internal, kita serahkan ke DPP dan DPD Jabar,” demikian Uda Herman. (bbs/red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: