Pemeriksaan dilakukan setiap hari melalui tim pipeline checker. Rafli menyebut tim tersebut beranggotakan 10 orang di luar dirinya, dengan pembagian sembilan petugas pemeriksa jalur dan satu petugas administrasi.
Setiap petugas lapangan dapat memeriksa jalur sekitar 10 kilometer atau lebih dalam satu hari. Pemeriksaan mencakup kondisi jalur pipa, fasilitas jembatan, katup atau valve, test box, penanda jalur, rambu peringatan, hingga patok pembatas.
"Setiap hari dilakukan pengecekan. Jadi saya ada tim namanya pipeline checker, beranggotakan 10 orang," kata Rafli, Kamis (24/9/2026) lalu.
Hasil pemeriksaan kemudian dicatat dalam laporan harian. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan, tim akan meneruskannya untuk ditindaklanjuti.
Salah satu temuan yang perlu diperhatikan adalah pipa yang terekspos atau muncul ke permukaan. Kondisi tersebut dapat memerlukan perbaikan agar keberadaan pipa tetap terlindungi.
Selain kondisi fisik infrastruktur, petugas juga mengawasi aktivitas pihak ketiga di sekitar jalur ROW. Sebab, keberadaan pipa gas bertekanan tinggi membuat kegiatan masyarakat di area tersebut perlu memperhatikan ketentuan keselamatan.
Rafli mengatakan, apabila ditemukan pelanggaran di sekitar jalur pipa, pihaknya melakukan pendekatan kepada warga melalui edukasi dan sosialisasi.
"Karena ROW ini merupakan jalur vital, karena di sana ada beberapa pipa penyalur bertekanan tinggi dan kalau misal ada kebocoran, nah, kan nanti kan yang terdampak juga warga-warga sekitar," ujarnya.