Merajut Energi, Mengawal Pangan Nasional

Sabtu 31-10-2026,09:25 WIB
Reporter : Rizki Andika
Editor : Rizki Andika

 

Menurut Rafli, sebagian masyarakat belum sepenuhnya memahami risiko aktivitas di sekitar jalur pipa. Karena itu, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan teknis, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga area ROW.

 

Jaringan pipa yang diawasi petugas tersebut merupakan bagian dari sistem transmisi gas bumi di wilayah Jawa Barat. Rafli menjelaskan, jaringan pipa di wilayah operasinya terkoneksi dari Cirebon hingga Cilegon dan terhubung dengan jaringan lain di Pulau Jawa.

 

"Kalau kami kebetulan ada salah satu konsumen terbesar di Jawa Barat, itu ada Pupuk Kujang yang di Dawuan. Kebetulan kami suplai ke sana dari Cilamaya," kata Rafli.

 

Pemeriksaan jalur ROW menjadi bagian dari upaya menjaga agar infrastruktur yang menghubungkan sumber gas dengan konsumen tetap berada dalam kondisi baik.

Di sisi hilir, Pupuk Kujang memiliki fasilitas produksi yang berkembang sejak perusahaan mulai mengoperasikan pabrik pertamanya pada 1978. Pabrik Kujang 1A menjadi fasilitas awal, kemudian disusul pembangunan Kujang 1B pada 2006. Perusahaan juga mengembangkan fasilitas produksi NPK sejak 2009.

 

Kawasan industri Pupuk Kujang di Cikampek memiliki luas sekitar 140 hektare. Selain amonia dan urea, perusahaan menghasilkan NPK, pupuk organik, serta sejumlah produk turunan.

 

Operation Engineer PT Pupuk Kujang, Amran Halim menyampaikan kapasitas pabrik amonia Kujang 1A dan Kujang 1B masing-masing tercatat sebesar 1.000 ton per hari. Sementara pabrik urea masing-masing tercatat sebesar 1.725 ton per hari. Dengan demikian, kapasitas terpasang kedua unit pabrik urea mencapai sekitar 3.450 ton per hari apabila keduanya beroperasi pada kapasitas penuh. 

 

Dari jumlah produlsi tersebut, untuk wilayah Jawa Barat tersendiri, PT Pupuk Kujang memproduksi sekitar 750 ribu ton per tahun untuk menopang kebutuhan petani.

 

Kategori :