Pengembangan BRT Bandung Raya Didanai Bank Dunia, Ada Akses Menuju Stasiun Kereta Cepat

Pengembangan BRT Bandung Raya Didanai Bank Dunia, Ada Akses Menuju Stasiun Kereta Cepat

Pembangunan transportasi massal ramah lingkungan sejenis Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Bandung Raya akan dimulai tahun 2024. (Foto:Istimewa)--

JABARDISWAY.ID- Dhani Gumelar, Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Jawa Barat menjelaskan jika pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang didanai Bank Dunia. Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya  akan dimulai tahun depan.

“Tahun depan (2024) kita akan mulai menyiapkan infrastrukturnya seperti jalur khusus, shelter, dan sarana pendukungn lainnya,” kata dia, dalam keterangannya, Kamis, 6 Juli 2023.

Dhani mengatakan, sedianya ada dua opsi pengembangan transportasi massal untuk melayani aglomerasi Bandung Raya yakni berbasis jalan dengan BRt dan berbasis rel dengan Light Rail Transit (LRT). “Namun karena yang paling memungkinkan dibangun untuk sementara ini adalah BRT. Maka kita dahulukan BRT,” kata dia. 

BACA JUGA:Catatkan Kinerja Positif di 2022, J Trust Bank Raih Indonesia Top Bank Award 2023

BRT Bandung Raya tersebut akan menghubungkan lima daerah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Sumedang. BRT Bandung Raya tersebut akan memiliki 20 koridor dan dijadwalkan akan beroperasi penuh pada 2026-2027.

“Karena memerlukan infrastruktur khusus, jadi proses pembangunannya memang cukup lama. Kurang lebih tiga tahun," kata Dhani.

Koridor BRT Bandung Raya akan menjadi akses menuju Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung yakni di Tegalluar di Kabupaten Bandung dan Stasiun Padalarang di Bandung Barat.

“Titik integrasinya di Cimahi, Stasiun Padalarang, dan Stasiun KCJB Tegalluar," kata Dhani.

BACA JUGA:Jadi Temuan BPK : Dinkes Jabar Sudah Kembalikan Kelebihan bayar Gaji dan Tunjangan Pegawai

BRT Bandung Raya akan dilayani 450 bus

BRT Bandung Raya akan dilayani 450 bus. Estimasi penumpang yang dilayani dalam sehari menembus 238.277 orang. 

“Kita akan uji coba juga untuk operasional lebih cepat di tahun 2025, tapi itu baru 50 persen dulu. Lalu tahun 2026 kita coba 70 persen. Di tahun 2027 harapannya sudah bisa 100 persen," kata Dhani.

Dhani mengatakan skema pembiayaan pengoperasian BRT Bandung Raya tersebut ada yang ditanggung kabupaten/kota. Dengan asumsi peningkatan koridor setiap tahun maka kebutuhan pembiayaan pihak ketiga akan meningkat sampai tahun kelima. Ia mencontohkan skema perkiraan Public Service Obligation (PSO) Kota Bandung tahun 2025 menembus Rp 64,1 iliar, tahun 2026 naik jari Rp 122,4 miliar, dan pada tahun 2027 menjadi Rp 151,7 miliar.  

Plh. Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, BRT Bandung Raya tersebut menjadi upaya untuk mengurai kemacetan di wilayah aglomerasi Bandung Raya. “Ini bagian dari project Kemenhub untuk membantu perbaikan transportasi massal di wilayah Bandung Raya. Tentunya Kota Bandung menjadi lokus yang paling banyak terjadi perubahan pembangunan transportasi masal yang dikoordinasikan oleh Pemprov Jabar melalui Dishub," kata dia, dalam keterangannya, Rabu, 5 Juli 2023.

BACA JUGA:Ketum PKN Sebut Sosok Panji Gumilang Seorang Pancasilais yang Cinta Tanah Air

Ema mengatakan, sejumlah pembenahan akan dilakukan pemerintah Kota Bandung untuk mendukung BRT Bandung Raya. Di antaranya pembenahan parkir, fasilitas pejalan kaki, pedagang kaki lima, pertokoan, dan pasar di sepanjang koridor BRT.

“Kita sediakan dan revitalisasi terminal agar dapat difungsikan sebagai start/end station BRT. Lalu koordinasi dengan setiap dinas dan instansi terkait di lingkup Kota Bandung untuk implementasi koridor BRT," kata Ema.

Ema mengatakan, pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan feeder atau moda pengumpan yang akan terintegrasi dengan layanan BRT Bandung Raya.

“Rencana rute feeder dapat dijadikan hanya sebagai pilot project dalam masa transisi, namun harus disesuaikan dengan implementasi rute BRT, harus terintegrasi menjadi satu sistem dengan rute BRT. Kita desainkan armada feeder yang mendukung inklusivitas dan keamanan bagi pengguna,” kata dia.

BACA JUGA:Polemik Al Zaytun Begini Sikap Negara Disampaikan Wapres

Daftar rute BRT Bandung Raya yang beroperasi penuh mulai 2026

Pada akhir Agustus tahun ini rencananya sejumlah koridor di Kota Bandung akan menjadi pilot project BRT Bandung Raya. Jalur yang sudah di survei dan dilengkapi DED (Detail Engineering Design) yaitu di Jalan Asia Afrika, Sudirman, Otista, serta Ahmad Yani. Berikut adalah rute BRT Bandung Raya yang akan direncanakan beroperasi penuh mulai 2026.

1. Kebon Kalapa - Cibiru PP

2. Kebon Kalapa - Ledeng PP

3. Leuwipanjang - Dago PP

4. Leuwipanjang- Dago (via Dipatiukur) PP

5. Elang - Riau PP

6. Padjajaran - Antapani PP

7. Cibaduyut - Alun-alun PP

8. Stasiun Padalarang - Alun-alun PP

9. Stasiun Cimahi- Cicaheum PP

10. Ledeng- Terminal Antapani Pp

11. Leuwipanjang-Tegalluar PP

12. Stasiun Hall- Tegalluar PP

13. Leuwipanjang-Soreang PP

14. Leuwipanjang - Jatinangor PP

15. Baleendah - Leuwipanjang PP

16. BEC- Baleendah PP

17. Sarijadi -Antapani PP

18. Lembang - Ledeng (Ext) PP

19. KBP - Stasiun Padalarang PP

20. Baleendah- Banjaran (Ext) PP ***

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: