Klarifikasi, Gubernur Jabar Sebut Pembangunan Masjid Agung Margonda Diinisiasi Pemkot Depok

Klarifikasi, Gubernur Jabar Sebut Pembangunan Masjid Agung Margonda Diinisiasi Pemkot Depok

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menutup Rapat Koordinasi Nasional BPD 2022, secara virtual di Bali, Kamis (10/11/2022).--

BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi klarifikasi terkait polemik yang terjadi terkait rencana pembangunan masjid Margonda, Kota Depok dengan menegaskan, bahwa wanaca itu inisiasi dari Pemerintah Daerah Kota Depok

"Dalam polemik pembangunan masjid Depok sebenarnya sederhana, pemerintah provinsi kapasitasnya hanya menampung aspirasi daerah. Mau alun-alun, pariwisata, gedung kesenian maupun masjid/rumah ibadah silahkan, " ungkap Kang Emil dalam klarifikasinya, dilansir Jumat (18/11/2022). 

Dikatakan dalam wacana masjid Margonda, Pemda Kota Depok meminta bantuan kepada Pemda Provinsi Jabar untuk dibuatkan masjid di kawasan Margonda atas dasar aspirasi masyarakat. Pemda Provinsi Jabar menyetujui permohonan tersebut dengan syarat lahannya sudah tersedia. 

BACA JUGA:Jabar Siapkan Subsidi BLT Pekerja Terdampak Resesi

"Jadi Pemkot Depok meminta bantuan, tentu kita bantu dengan syarat lahannya harus sudah beres," kata Ridwan Kamil. 

Selain itu, menyangkut lokasi pembangunan Masjid Margonda juga merupakan permintaan dari Pemda Kota Depok. Pemda Provinsi Jabar dalam hal ini kapasitasnya hanya menampung aspirasi daerah. 

BACA JUGA:Kabar Duka, H. Safril Anggota DPRD Kota Bekasi Berpulang

"Mau dibuatkan alun-alun, obyek wisata, gedung kesenian, masjid atau rumah ibadah silakan. Jadi saya tidak pilih-pilih lokasi, dalam hal ini kami hanya dimintai untuk membuatkan masjid, tentu kita bantu," jelas Kang Emil. 

Lebih lanjut, ia menyebut, jika Pemda Provinsi Jabar menyetujui permohonan itu, maka tugas dari kota/ kabupaten adalah menyiapkan lahannya dengan baik dan aman, termasuk permohonan pembangunan Masjid Margonda Depok.

BACA JUGA:Luapan Kali Ulu Kembali Rendam Dua Kampung di Cikarang Utara 

"Saya dilapori lahannya beres, tapi ternyata belum karena ada dinamika sosial ini harus diselesaikan dulu oleh Pemkot Depok," ujar Kang Emil. 

Sebelumnya, Kang Emil pernah menanyakan kepada Pemda Kota Depok alasan relokasi SD Pondok 1 Cina yang lahannya akan digunakan untuk pembangunan masjid tersebut, yang kemudian menimbulkan polemik di masyarakat. 

BACA JUGA:Kepingan Medali untuk Kabupaten Bekasi Terbanyak Disumbang Petinju Putri

Pemda Kota Depok beralasan lalu lintas di sekitar SD tersebut sudah sangat padat dan membahayakan siswa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: