Pedagang Terompet Musiman Bermunculan di Pusat-pusat Keramaian Cikarang

Pedagang Terompet Musiman Bermunculan di  Pusat-pusat Keramaian Cikarang

Jelang malam Tahun Baru, para pedagang terompet musiman mulai bermunculan. Hal itu terlihat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.--

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Jelang malam Tahun Baru, para pedagang terompet musiman mulai bermunculan. Hal itu terlihat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Para pedagang terompet kebanyakan menjajakan barang dagangannya dipinggir jalan tepat berada di pusat-pusat keramaian.

Pak Okta (65) salah satu pedagang terompet mengatakan, dirinya menjajakan dagangannya itu dengan cara mangkal di pinggir jalan tepatnya berada dipusat-pusat keramaian sekitaran Kawasan Jababeka, ruko Pasimal dekat Stadion Wibawa Mukti.

“Tiap tahun kayak gini biasa jualan terompet, biasanya saya keluar berjualan mulai dari pagi hari, mangkal ya disekitaran kawasan Jababeka, Cikarang Baru, dekat Stadion," kata Pak Okta ketika diwawancarai wartawan pada Minggu (31/12).

BACA JUGA:Kerja Nyata Bantu Rakyat, Program Air Bersih Prabowo Bantu Atasi Kesulitan Rakyat Kecil

Pria paruh baya asal Batujaya, Kabupaten Karawang itu juga mengaku terompet yang dijajakannya merupakan buatannya sendiri. Sebagian barang yang dijajakan merupakan dagangan yang tidak terjual pada malam pergantian tahun sebelumnya.

Harga terompet yang dijual pun bervariasi, dari yang termurah sebesar Rp10 ribu, sampai yang termahal dengan hiasan-hiasan bermacam-macam seperti binatang, kupu-kupu, naga dengan harga Rp20 ribu per buah.

“Kalu dulu bikin 500 kejual semua. Tetapi sekarang cuma bawa 100 sebagian sisa dagangan tahun kemarin. Semuanya bikinan sendiri, harganya ada yang Rp10 ribu dan ada yang Rp20 ribu tergantung model dan ukuran,” kata dia.

Meski demikian, pedagang terompet musiman itu berharap dagangnnya laris dibeli pembeli, sehingga bisa menikmati ‘rejeki’ tahunan pada moment liburan Natal dan Tahun Baru 2024.

BACA JUGA:Makin Kuat di Pilpres 2024, Prabowo-Gibran Dapat Dukungan dari Multietnis di Pesta Demokrasi

Laku atau tidak nya terompet, kata Okta, dapat dilihat dari cuaca. Jika turun hujan, omset penjualan pun akan menurun, karena banyak warga yang tidak keluar rumah. 

“Ya ngaruh kalau hujan kan orang-orang nggak keluar rumah. Mudah-mudahan aja cerah dan ramai nanti,” kata dia sambil menunjuk trompet dagangannya.

Senada dengan Pak Okta, Pedagang terompet lainnya, Dadan (36) mengungkapkan harapan yang sama yakni agar dagangannya ludes habis laku terjual.

BACA JUGA:Hasil Survei IPN : Masyarakat Yakin Prabowo-Gibran Bisa Merealisasikan Program Konkret Pro Rakyat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: